Prodi Yoga Kesehatan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bahas Peran Yoga dalam Menjaga Kesehatan Mental
Banner Bawah

Prodi Yoga Kesehatan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bahas Peran Yoga dalam Menjaga Kesehatan Mental

Admin 2 - atnews

2026-07-31
Bagikan :
Dokumentasi dari - Prodi Yoga Kesehatan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bahas Peran Yoga dalam Menjaga Kesehatan Mental
Prodi Yoga Kesehatan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Program Studi Yoga Kesehatan, Fakultas Brahma Widya, UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Peran Yoga dalam Menjaga Kesehatan Mental: Mewujudkan Keseimbangan Pikiran, Tubuh, dan Jiwa” pada Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Fakultas Brahma Widya mulai pukul 13.00 WITA tersebut menjadi ruang akademik untuk menggali keterkaitan antara praktik yoga, kesadaran diri, dan kesehatan mental dari perspektif yoga dan psikologi.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Made G. Juniartha, S.Sos.H., M.Fil.H., Dosen Program Studi Yoga Kesehatan, serta I Kadek Darmo Suputra, S.Psi., M.Psi., Psikolog., Dosen Program Studi Yoga Kesehatan. Diskusi dipandu oleh Made Karma Maha Wirajaya, S.KM., M.Kes. sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, I Kadek Darmo Suputra mengulas kesehatan mental dari perspektif yoga dengan mengaitkannya pada pemikiran Carl Gustav Jung melalui teori psikologi analitik.

Menurutnya, kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kondisi sadar manusia, tetapi juga kemampuan seseorang untuk memahami dan mengintegrasikan berbagai aspek yang ada dalam dirinya, termasuk aspek ketidaksadaran.

Ia menjelaskan bahwa manusia dapat dianalogikan seperti gunung es, di mana bagian yang tampak sebagai kesadaran hanya merupakan sebagian kecil dari keseluruhan diri manusia.

Sementara itu, terdapat alam ketidaksadaran yang terdiri atas ketidaksadaran personal yang berkaitan dengan pengalaman masa lalu dan luka batin, serta ketidaksadaran kolektif yang berkaitan dengan pengalaman dan simbol universal yang diwariskan secara psikologis.

Dalam perspektif Jung, lanjutnya, terdapat berbagai unsur dalam diri manusia seperti persona, anima dan animus, shadow, serta self. Persona merupakan peran atau “topeng” yang digunakan seseorang ketika berinteraksi dengan lingkungan.

Sementara itu, anima dan animus menggambarkan aspek jiwa yang perlu diintegrasikan secara seimbang. Adapun shadow merupakan sisi gelap atau bayangan diri yang dapat muncul ketika seseorang berada dalam kondisi tertekan.

“Orang yang sehat secara mental adalah orang yang mampu mengintegrasikan seluruh aspek dalam dirinya dan memahami dirinya sendiri. Proses menemukan jati diri atau self inilah yang dalam psikologi analitik disebut sebagai individuasi,” jelasnya.

Menurutnya, praktik yoga memiliki potensi untuk mendukung proses tersebut. Ketika seseorang berlatih yoga, terjadi peningkatan kesadaran terhadap diri sendiri yang dapat membantu individu mengenali emosi, pola pikir, serta pola perilakunya.

Proses tersebut pada akhirnya dapat mendorong integrasi kepribadian dan mendukung terciptanya kesehatan mental yang lebih seimbang.

Sementara itu, narasumber kedua, Made G. Juniartha, mengangkat topik “Menata Pikiran dengan Yoga” yang lebih menekankan pada aspek praktik.

Ia mengingatkan bahwa dalam perkembangannya, yoga terkadang mengalami pergeseran pemaknaan, dari tujuan utama yoga menuju manfaat yang diperoleh dari praktik yoga.

Padahal, yoga pada hakikatnya merupakan sebuah perjalanan holistik dan sadhana atau praktik spiritual yang bertujuan membantu seseorang mencapai ketenangan dan mengenali hakikat dirinya.

Ia menjelaskan bahwa yoga tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik atau asana. Dalam ajaran yoga, terdapat berbagai aspek yang saling berkaitan, termasuk pengaturan napas melalui pranayama, disiplin diri, konsentrasi, meditasi, hingga pencapaian kesadaran yang lebih tinggi.

Praktik Hatha Yoga, misalnya, mencakup kriya, asana, pranayama, bandha, dan mudra sebagai bagian dari proses pengembangan diri secara holistik.

“Pikiran yang terlatih menjadi sahabat terbaik,” ungkapnya.

Menurut Made G. Juniartha, praktik yoga juga memiliki relevansi dalam upaya menjaga kesehatan mental. Latihan yoga dan pengaturan napas dapat membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis sehingga tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.

Selain itu, latihan pranayama dapat membantu mengatur pernapasan, mengurangi stres, meningkatkan fokus, serta mendukung daya tahan tubuh.

Diskusi semakin menarik ketika peserta mengaitkan perspektif yoga dengan psikologi, khususnya dalam aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Para peserta mendiskusikan titik temu maupun perbedaan antara konsep kesehatan mental dalam psikologi Barat dan perspektif Timur, termasuk mengenai konsep self, kesadaran, ketidaksadaran, serta hubungan antara pikiran dan tubuh.

Dalam diskusi tersebut juga ditegaskan bahwa hubungan antara yoga dan psikologi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Perspektif psikologi Barat dan filsafat Timur memiliki pendekatan yang berbeda dalam memahami manusia dan kesadaran.

Namun demikian, keduanya memiliki ruang perjumpaan dalam upaya memahami pikiran, kesadaran diri, refleksi, dan proses mengenali hakikat diri.

Praktik yoga juga dipandang dapat menjadi sarana swadhyaya atau studi terhadap diri sendiri, yaitu proses reflektif untuk memahami dan menggali hakikat diri secara lebih mendalam.

Melalui praktik dan refleksi yang dilakukan secara berkelanjutan, seseorang diharapkan mampu mengenali berbagai aspek dalam dirinya serta membangun keseimbangan antara pikiran, tubuh, dan jiwa.

Kegiatan ini juga menghasilkan gagasan untuk mengembangkan hasil diskusi dan kajian lebih lanjut dalam bentuk karya ilmiah maupun book chapter, sehingga pembahasan mengenai hubungan yoga, kesehatan mental, psikologi, dan filsafat Hindu dapat terus dikembangkan secara akademis dan lebih mendalam.

Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Yoga Kesehatan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam memahami kesehatan mental.

Yoga tidak hanya dipandang sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai proses perjalanan diri yang melibatkan tubuh, pikiran, kesadaran, dan dimensi spiritual.

Pada akhirnya, kegiatan ini menegaskan bahwa yoga merupakan salah satu praktik yang dapat mendukung upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan mental. 

Dengan latihan yang dilakukan secara tepat dan berkelanjutan, yoga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran diri, mengelola stres, menata pikiran, serta membangun keseimbangan antara pikiran, tubuh, dan jiwa dalam kehidupan sehari-hari (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sambut Hari Pers Nasional, IMO-Indonesia Gelar Lomba Jurnalistik

Terpopuler

Hijaukan Kawasan dengan Melepas Ratusan Ekor Sapi, KEK Kura-Kura Bali Siap Beroperasi dan Bidik Investasi Triliunan Rupiah

Hijaukan Kawasan dengan Melepas Ratusan Ekor Sapi, KEK Kura-Kura Bali Siap Beroperasi dan Bidik Investasi Triliunan Rupiah

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi

Wagub Giri Prasta Apresiasi Pitra Yadnya Massal, Ringankan Beban dan Pererat Persaudaraan Warga

Wagub Giri Prasta Apresiasi Pitra Yadnya Massal, Ringankan Beban dan Pererat Persaudaraan Warga

Prodi Yoga Kesehatan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bahas Peran Yoga dalam Menjaga Kesehatan Mental

Prodi Yoga Kesehatan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bahas Peran Yoga dalam Menjaga Kesehatan Mental