Banner Bawah

Festival Sinema Australia Indonesia

Artaya - atnews

2019-03-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Festival Sinema Australia Indonesia
Konsul Drew Boekel

Denpasar, 16/3) - Festival Sinema Australia Indonesia kembali untuk tahun keempatnya bulan ini dengan menayangkan film-film terbaik dari Australia dan Indonesia kepada penonton di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan, untuk pertama kalinya tahun ini, di Bandung dan Mataram, Lombok.  
Di Lombok, berbagai pilihan film Australia dan Indonesia mulai diputar secara gratis di CGV Transmart Mataram, termasuk film-film pendek pilihan yang ditampilkan di Flickerfest, festival film pendek Australia yang terkenal di dunia.
Festival di Lombok dibuka oleh Konsul Drew Boekel dari Konsulat-Jenderal Australia di Bali dengan pemutaran Ladies in Black, sebuah film berlatar tahun 1959 yang menunjukkan awal mula transformasi Australia menjadi negara multikultural seperti sekarang ini dan kebangkitan kemerdekaan perempuan di masyarakat.  
Film dokumenter tentang salah satu seniman Penduduk Asli Australia yang paling terkenal, GURRUMUL, juga akan ditampilkan pada festival tahun ini. Sutradara dan penulis film dokumenter tersebut, Paul Damien Williams, akan menghadiri festival dan menyelenggarakan Lokakarya Film Dokumenter bagi pelajar dan komunitas film serta menyapa penggemar film di Mataram. Paul Williams hadir dengan dukungan dari mitra berkelanjutan festival ini, Qantas.
Judul-judul film Australia lainnya yang akan diputar termasuk drama keluarga Storm Boy dan film thriller fiksi ilmiah alien Occupation. Kembali tayang karena permintaan khalayak ramai, susunan film pada festival kali ini juga mencakup karya alumni Australia asal Indonesia, termasuk karya film klasik modern Ada Apa Dengan Cinta? dan Ada Apa Dengan Cinta 2 dari produser Mira Lesmana, yang juga merupakan Sahabat FSAI tahun ini.
“Warga Australia dan Indonesia berbagi kecintaan terhadap karya visual, terutama film,” kata Konsul Drew Boekel. “Film adalah salah satu media terbaik untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih besar tentang negara dan budaya lain. Festival Sinema Australia Indonesia 2019 menawarkan jendela unik ke Australia kontemporer."
FSAI 2019 didukung oleh Australia now ASEAN, sebuah inisiatif Pemerintah Australia untuk merayakan inovasi, kreativitas, dan gaya hidup Australia di Asia Tenggara sepanjang 2019.
Tiket untuk semua pemutaran film tersedia secara gratis (*ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Cawapres Sandiaga Mengingatkan Pendukung Jaga Kondusifitas Pilpres 2019

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif