PHDI Minta Gubernur Hentikan Penggunaan Laser Selamatkan Bali dari Kekeringan 
Banner Bawah

PHDI Minta Gubernur Hentikan Penggunaan Laser Selamatkan Bali dari Kekeringan 

Atmadja - atnews

2019-12-06
Bagikan :
Dokumentasi dari - PHDI Minta Gubernur Hentikan Penggunaan Laser Selamatkan Bali dari Kekeringan 
Slider 1
Denpasar, 6/12 (Atnews) - Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Prof I Gusti Ngurah Sudiana meminta Gubernur Wayan Koster mau menghentikan penggunaan laser pemecah awan.
Semestinya memasuki bulan September  sudah turun hujan,  tetapi karena adanya perubahan iklim salah satunya diakibatkan adanya banyaknya sinar laser dipasang sehingga hingga Desember belum turun hujan. 
Hal itu juga dihimbau oleh Bupati/Walikota kepada pemilik proyek - proyek kawasan Denpasar, Badung,  Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) menghentikannya aktivitas yang membahayakan tersebut.
"Upaya itu agar hujan merata di Bali untuk menyelamatkan seluruh mahluk hidup, bukan saja manusia merasa kepanasan karena suhu udara begitu tinggi tidak pada biasanya," kata Sudiana yang juga Rektor IHDN Denpasar  Jumat  (6/12).
Hal itu disampaikan ketika upacara  Mapag Toya Nunas Sabeh ditarikan juga Tari Rejang Teratai Putih  untuk memohon turun hujan kepada Dewa Visnu yang dipimpin 9 Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Bali yang didukung PHDI Bali.
Kegiatan itu dilaksanakan berdasarkan Lontar Vidi Sastra dan diharapkan juga dilakukan se-Bali, termasuk subak-subak yang ada. 
Upaya itu diharapkan Dewa Visnu memberikan karunia menurunkan hujannya. 
Dengan adanya laser tersebut, petani menjadi menggerutu karena debit sumber-sumber air turun dan beberapa daerah mengalami kekeringan. 
Begitu juga,  PDAM merasa kesulitan menyiapkan kebutuhan air untuk konsumsi berbagai kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan itu,  mengharapkan adanya penggalakan penanaman pohon baik dari pemerintah dan masyarakat.
Banyak sekali tanaman perindang ditebang begitu saja, tanpa ada penanaman kembali sehingga daerah kurang sejuk dan nyaman. 
Hal itu tidak terjadi di Bali karena sebagai barometer pariwisata Indonesia. 
Sementara itu,  Karo Kesra Sekretaris Daerah (Setda) Bali AA Gede Geriya mendukung tradisi tersebut yang sudah dilakukan secara turun-temurun ketika musim kemarau berkepanjangan.
Tradisi dilakukan oleh para subak-subak sejak lampau ketika mereka mau menanam dan bercocok tanam. (ART/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Manfaatkan Tol Laut, Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Wagub Giri Prasta Apresiasi Pitra Yadnya Massal, Ringankan Beban dan Pererat Persaudaraan Warga

Wagub Giri Prasta Apresiasi Pitra Yadnya Massal, Ringankan Beban dan Pererat Persaudaraan Warga

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan