Banner Bawah

Sudiasa Hidup Sebatang Kara Hanya Diasuh oleh Kakek dan Neneknya 

Atmadja - atnews

2019-08-25
Bagikan :
Dokumentasi dari - Sudiasa Hidup Sebatang Kara Hanya Diasuh oleh Kakek dan Neneknya 
Slider 1

-Keluarga berstatus miskin dari Banjar Penida Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku Bangli. Akibat kedua orang tuanya sudah tiada si Wayan Sudiasa (10) yang kini duduk di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 4 Jehem hidup sebatang kara, diasuh oleh kakeknya I Wayan Suitra (61) dan neneknya Ni Nengah Sami (56) serta cicitnya Ni Wayan Nopet (78) dengan menempati rumah tidak layak huni.
Inilah salah satu potret kehidupan warga Banjar Penida Kelod, yang tinggal di Pondokan Banjar Same Undisan, Desa Jehem, Tembuku, Bangli yang hidupnya serba kekurangan. Sejak  usia 12 hari, ibunya Ni Wayan Srianti pergi meninggalkan ayahnya. Kemudian 3 bulan setelah itu ayahnya I Wayan  Sucarta meninggal karena sakit, tinggallah Sudiasa sendiri sebagai anak yatim piatu dan dirawat oleh kakek dan nenek.
”Saat ini yang mengakku hanya ada kakek dan nenekku, tetapi kakek dan nenek sudah tua. Aku sering merasa malu karena merepotkan mereka. Aku berusaha untuk bekerja semampuku menolong kakek dan nenek sekedar untuk membuat porosan (nyiur,daun sirih, kapur sirih lalu dikat) pelengkap canang untuk bekal sekolah dan makan.Kadang-kadang membantu memungut kelapa saat kakek meburuh memetik kelapa”ujar Sudiasa didampingi neneknya saat ditemui dirumahnya Minggu(25/08). 
Disela-sela asik membantu membuat porosan, menurut neneknya Ni Nengah Sami cucunya sering membantu membuat porosan, untuk dijual ke warung-warung dekat rumahnya yang berjarak 300 meter dari jalan raya “Hasil penjualan porosan untuk  bekal sekolah kadang-kadang ada kadang-kadang tidak, kalau ada cuma Rp 5000. 
Kedua pengasuhnya hanya seorang buruh dan hanya hidup dari hasil kerja yang tidak tentu. Bahkan untuk biaya ngaben ayah saja kakek dan nenek harus gadaikan tanah dan sampai sekarang belum mampu ditebus” jelasnya.
Dari pantauan di rumahnya  ada dua kamar tidur yang tidak layak huni, Kasur dan bantalnya sudah usang, baik tempat tidur Sudiasa bersama  kakeknya, demikian neneknya bersama cicitnya.Dalam pekarangan dihuni dua KK yakni  pamannya dan kakeknya sebagai kepala keluarga.
Kepala Dusun Penida Kelod I Made Murjana saat dikonfirmasi terkait warganya yang kondisinya demikian mengatakan, keluarga ini sudah mendapatkan raskin dari Desa berdasarkan Musdes tapi tidak masuk data di pusat, disamping itu dari desa tiap tahun mengalokasikan bantuan untuk siswa miskin sudah dua kali semenjak  menjadi siswa dalam bentuk alat sekolah seperti pakaian, tas maupun sepatu, dari pihak sekolah juga sudah mengusulkan dengan membuat surat  kurang mampu, tetapi masalah bantuan dapat atau tidak pihaknya kurang tau. ”Untuk tahun ini sudah mengusulkan ke desa, sejatinya di Dusun Penida Kelod memang ada beberapa warga yang kurang mampu, namun sudah ada yang membantu tidaklah seperti Sudiasa ini kebutuhan hidupnya semakin meningkat sedangkan kakeknya kondisi fisiknya sudah menurun, untuk itu pihaknya mengahrapkan bantuan dari pemerintah maupun lainnya untuk bersama-sama membantu.Semakin banyak ada yang membantu nantinya bisa melanjutkan Pendidikan hingga SLTA demi masa depannya. (Anggi/atm))

Baca Artikel Menarik Lainnya : Bali Kembangkan Singkong 5000 Ha di Lahan Kering

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif