Banner Bawah

Kembangkan Budaya Veda, PHDI Bali Ajak ISKCON Ikut Lestarikan Kearikan Lokal Bali

Atmadja - atnews

2019-06-20
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kembangkan Budaya Veda, PHDI Bali Ajak ISKCON Ikut Lestarikan Kearikan Lokal Bali
Slider 1

Denpasar,  20/6 (Atnews) - Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Prof I Gusti Ngurah Sudiana mengajak Perkumpulan International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) Indonesia ikut melestarikan kearifan lokal Bali.
“Upaya agar sejalan dan ikut mengayomi masyarakat yang memiliki ciri khas budaya yang sudah dikenal pelosok dunia,” kata Sudiana di Denpasar, Kamis (20/6).
Hal itu disampaikan ketika audensi Festival Kereta Sri Jagannatha Ratha Yatra Nusantara (JRYN) 2019, Perkumpulan ISKCON di Indonesia yang akan berlangsung di Lapangan Bajra Sandi Renon Denpasar, tanggal 13-14 Juli 2019.
Dengan mengusung tema “Melalui Festival Sri Jagannatha Ratha Yatra Nusantara 2019 Kita Berdoa Kepada Sri Jagannatha, Penguasa Alam Semesta, untuk Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.
Hadir Ketua Panitia JRYN 2019 Padma Locana das (I Made Patra), didampingi Samuderasena das (I Wayan Sujana, Anantavijaya das (I Nyoman Antaya Wijaya, Guruseva das (I Nyoman Arya Selat).
Ia mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi program-program ISKCON dalam memperkuat tatwa (pemahan rohani) umat Hindu.
Gerakan penyebaran Bhagavadgita yang bekerjasama dengan PHDI telah meningkatkan minat baca kotab suci umat.
Bhagavadgita melalui Gita Jayanti telah semakin dikenal oleh masyarakat yang merupakan pedoman umat Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga mendukung festival itu agar berkelanjutan yang kini sudah digelar setiap provinsi di Indonesia.
Sementara itu,  Ketua Panitia RYN 2019 Padma Locana das menambahkan, acara itu tidak hanya dimaksudkan untuk mengembangkan cinta bhakti kepada Tuhan.
Namun juga untuk mengembangkan cinta kasih dan kepedulian kepada sesama umat manusia dan alam semesta.
“Kami menyadari bahwa kita tidak dapat mencapai kedamaian atau menciptakan dunia yang sempurna hanya melalui sebuah festival, namun uraian sastra dan ajaran para acarya telah menunjukkan bahwa bahwa dengan cinta bhakti yang tulus yang dipanjatkan kepada Tuhan, akan dapat menyucikan hati dan pikiran seseorang sehingga dapat menjadi insan yang insaf akan sang diri, menyadari kemahakuasaan Tuhan, dan menumbuhkan cinta kasih pada seluruh makhuk hidup,” ujarnya.
Dengan demikian festival ini diharapkan dapat menanamkan benih cinta bhakti di dalam hati dan mengembangkan benih tersebut melalui kegiatan-kegiatan yadnya.
Serta mengembangkan nilai-nilai luhur ajaran dan budaya Veda kepada seluruh umat Hindu di Indonesia sebagai pedoman hidup dalam mencapai tujuan pelaksanaan dharma. (ART/02))

Baca Artikel Menarik Lainnya : Antiga Siapkan TOSS untuk Sampah Plastik

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius