Banner Bawah

Tabanan Tidak Bergerak Mustahil Jatiluwih Bisa Bertahan Jadi Warisan Dunia

Artaya - atnews

2019-04-25
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tabanan Tidak Bergerak Mustahil Jatiluwih Bisa Bertahan Jadi Warisan Dunia
Tabanan Tidak Bergerak Mustahil Jatiluwih Bisa Bertahan Jadi Warisan Dunia

Badung, 25/4 (Atnews) - Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana SE MM mengharapkan tingkat kunjungan harus dibatasi agar tidak merusak Kawasan Subak Jatiluwih.
Obyek tersebut sebagai salah satu budaya warisan dunia (world heritage) dari The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). 
“Kalau ini rusak buat apa lagi tamu datang ke sana?,” tanyak Adnyana di Denpasar, Kamis (25/4).
Menurutnya, apabila Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan tidak bergerak maka tidak mustahil status Jatiluwih akan dicabut UNESCO.
Untuk itu, Pemkab Tabanan harus melakukan kontrol dan penataan wilayah Jatiluwih menjadi lebih baik. 
Jalan masuk di perlebar dan siapkan tempat parkir khusus agar wisatawan mampu menikmati pesona alam persawahan yang luar biasa. 
“Stop pembangunan cafe dan restaurant di daerah yang menghalangi pemandangan dan bikinkan kawasan khusus untuk istirahat buat wisatawan,” ujarnya.
Wisatawan datang ke Jatiluwih untuk menikmati terasering sawah yang tidak ada duanya di dunia. 
“Namun jika wilayah persawahan diubah menjadi cafe, restautant dan tempat selfie maka authenticity daerah tersebut akan hilang,” tegasnya.
Dengan demikian, masyarakat setempat harus memperhatikan bahwa wisatawan datang ke Jatiluwih untuk menikmati terasering persawahannya.
Jatiluwih indentik dengan keaslian persawahan yang nan elok dan mempesona serta organisasi Subak yang berjalan dengan baik. 
Sehingga Jatiluwih di jadikan kawasan Cagar Budaya Dunia karena keunikan wilayahnya. 
Namun eksploitasi yang berlebihan telah mengubah wajah Jatiluwih seperti daerah wisata lainnya di Bali. 
“Over exploitasi” terhadap alam dan lingkungan yang asri akan mengakibatkan daerah itu tidak diminati lagi.
Ia mengharapkan, adanya pembangan konsep Subak sebagai atraksi. Seperti cerita Balai Subak, Pura Bedugul, Kelian Subak serta mekanisme pengelolaan airnya untuk para anggotanya. 
Dan bagaimana petani mengolah pertanian dengan sistem traditional seperti membajak sehingga turis senang menyaksikannya (ART/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Dampak Gempa Berkekuatan 6 SR dan 52 Kali Gempa Susulan di Mentawai

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius