Banner Bawah

Peringati Hari Kartini, Ny Putri Koster Ajak Wanita Tak Lupakan Rumah Tangga

Artaya - atnews

2019-04-22
Bagikan :
Dokumentasi dari - Peringati Hari Kartini, Ny Putri Koster Ajak Wanita Tak Lupakan Rumah Tangga
Slider 1

Denpasar, 22/4 (Atnesw) - Ny Putri Suastini Koster mengajak para wanita Bali tidak melupakan ‘akarnya’ sebagai ibu rumah tangga.
“ jangan atas nama emansipasi, mencapai karir setinggi-tingginya sampai harus melupakan rumah tangga. Sentuhan sebagai ibu rumah tangga adalah benteng pertahanan, untuk mencetak calon pemimpin dan SDM yang unggul, disana peran terpenting seorang ibu,” tukas Ny Putri Koster dalam dialog Bersama TVRI Bali bertajuk Emansipasi Wanita di era Milenial, Minggu (21/4) petang.
Dalam dialog itu juga Ny Putri Koster mengingatkan para wanita masa kini untuk tidak kebablasan dalam memaknai emansipasi wanita. “ emansipasi adalah berarti juga memaksimalkan peran ibu dalam rumah tangga. Satu yang diperlukan wanita adalah penghargaan atas upaya dan kewajibannya di rumah tangga. Pencapaian tertinggi seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga yang baik dan anggota keluarga yang lain perlu menghargai hal tersebut,” jelas wanita yang akrab disapa Bunda Putri tersebut.
Lebih jauh, Ny Putri Koster juga menghimbau peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April selain dimaknai sebagai titik awal kampanye emansipasi wanita juga harus dimaknai dari sejarahnya sendiri. “ Generasi penerus harus mengetahui secara jelas, siapa Kartini itu, apa saja pergerakan yang dilakukan dan apa dampaknya untuk kita sekarang,” ujarnya. Begitupun dengan citra wanita Indonesia yang diharapkan terus melekat ke generasi-generasi penerus.“ Contohnya penggunaan kebaya, tak hanya dimaknai sekedar busana tapi juga sesuatu yang mencerminkan jati diri wanita Indonesia,” katanya.
Ny Putri Koster juga mengungkapkan, sejatinya di Bali yang disebut emansipasi wanita atau peranan wanita tidaklah menjadi persoalan yang patut mendapatkan perhatian khusus.” Perempuan Bali, mendapatkan perannya yang khusus. Perempuan Bali sudah dikenal dengan etos kerjanya yang tinggi. Mungkin bisa dikatakan perannya dibandingkan laki-laki hampir setara, misalnya suaminya mencari nafkah istrinya menjaga keharmonisan keluarga, begitupun di masyarakat, tanggung jawabnya hampir setara,” paparnya. “ Konsep kesetaraan itu mungkin sudah dijalankan sejak jaman dahulu di Bali sehingga hal tersebut sudah mengakar, dimana dalam ajaran agama Hindu pun peran wanita sangat dihargai,” tambah Ketua TP PKK Bali tersebut.(*/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Aktif Bayar Pajak Dukung Pembangunan Nasional

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius