Yogyakarta (Atnews) - Akademisi sekaligus Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM, AAGN Ari Dwipayana, memenuhi undangan Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gede Pasek Suardika, untuk berbagi gagasan dalam Workshop Nasional PKN di Yogyakarta, Kamis (30/6).
Diawal pemaparannya, Ari Dwipayana mengapresiasi Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara, Gede Pasek Suardika. Gede Pasek, menurutnya, merupakan salah satu putra Bali yang menorehkan jejak penting dalam politik nasional pasca-Reformasi. Ia pernah menjadi anggota DPR RI, memimpin Komisi III DPR RI, menjadi anggota DPD RI mewakili Bali, hingga merintis dan mendirikan PKN pada 2021.
“Perjalanan Gede Pasek menunjukkan bahwa putra Bali dapat keluar dari batas-batas politik lokal, memasuki gelanggang nasional, dan mengambil peran kepemimpinan dalam politik Indonesia,” ujar Ari Dwipayana.
Ari melihat nama Partai Kebangkitan Nusantara membawa sebuah gagasan yang menarik. Nusantara bukan sekadar nama geografis, melainkan mengandung gagasan politik tentang bagaimana keberagaman pulau, suku, budaya, dan identitas dipertemukan dalam satu cakrawala kehidupan bersama.
Akar gagasan tersebut dapat ditelusuri antara lain pada masa Sri Kertanegara dengan visi Cakrawala Mandala Dwipantara, yang melihat kepulauan sebagai ruang yang saling terhubung. Gagasan tentang keterhubungan kepulauan tersebut kemudian memperoleh jangkauan lebih luas pada masa Majapahit.
“Dalam perspektif Nusantara, laut dan selat bukan pemisah, melainkan penghubung. Indonesia adalah bangsa kepulauan yang dipersatukan bukan dengan menghapus perbedaan, tetapi dengan menjadikan kebhinnekaan sebagai kekuatan,” kata Ari.
Karena itu, menurut Ari, Nusantara tidak boleh berhenti sebagai romantisme kejayaan masa lalu. "Nusantara harus menjadi cakrawala politik Indonesia ke depan.”
Cakrawala politik Nusantara perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan publik dan pembangunan yang mampu menghubungkan pusat dan daerah, Jawa dan luar Jawa, daratan dan kepulauan, kemajuan dan pemerataan, sekaligus menjaga akar kebudayaan bangsa.
Tujuannya adalah membangun Indonesia yang maju, adil dan makmur, berdaulat, mandiri, serta berkepribadian dalam kebudayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ari juga mengingatkan pentingnya mengembalikan partai politik sebagai rumah bagi gagasan besar tentang masa depan bangsa.
“Partai politik bukan sekadar kendaraan menuju kekuasaan. Partai harus menjadi ruang kaderisasi kepemimpinan, pendidikan politik, serta tempat merumuskan gagasan mengenai arah perjalanan Indonesia,” tegasnya.
Di tengah kecenderungan politik yang semakin pragmatis dan berorientasi jangka pendek, demokrasi Indonesia membutuhkan kompetisi yang tidak hanya mempertandingkan figur, tetapi juga kompetisi gagasan tentang Indonesia seperti apa yang hendak dibangun bersama.
Ari berharap PKN di bawah kepemimpinan Gede Pasek Suardika dapat mengembangkan semangat Nusantara menjadi gagasan politik yang relevan dengan tantangan Indonesia hari ini dan masa depan.
“Kebangkitan Nusantara bukanlah tentang kembali ke masa lalu. Kebangkitan Nusantara adalah menggali kebijaksanaan sejarah untuk membangun Indonesia masa depan,” pungkas AAGN Ari Dwipayana (Z/002)