Bangli (Atnews) - Wujud kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Club motor FRB dan Team Beton melalui kegiatan bakti sosial yang menyasar para lanjut usia (lansia) kurang mampu di wilayah Kabupaten Bangli, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya Banjar Puraja, Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Dalam aksi sosial itu, Team Beton dan Club Motor FRB menyalurkan bantuan berupa uang tunai yang terkumpul dari para anggota dan donatur dengan total mencapai lebih dari Rp13.850.000 juta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Club Motor FRB Komang Tirtayasa, Wakil Ketua FRB Dek Gen, Penasihat Team Beton Mang Kenyat, Sekretaris Jenderal Putu Marditha, serta jajaran anggota Team Beton dan Club Motor FRB lainnya.
Bantuan yang diberikan menyasar sejumlah lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Wakil Ketua Motor FRB , Dek Gen, mengatakan bahwa kegiatan sosial merupakan bagian dari komitmen komunitas sejak pertama kali berdiri. Menurutnya, semangat berbagi kepada masyarakat selalu menjadi nilai utama yang diusung oleh organisasi tersebut.
"Kalau dari Team Beton ingin mengadakan bakti sosial, kami siap berkolaborasi bersama FRB dan Yayasan Satu Hati. Sejak berdiri, FRB selalu mengusung semangat ride and share atau berkendara sambil berbagi, dan itu yang selalu kami utamakan," ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Team Beton dan Club Motor FRB diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat menerima manfaat dari kegiatan sosial tersebut.
"Kami berharap kerja sama ini terus berkelanjutan dan bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," tambahnya.
Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Team Beton dan Club Motor FRB berharap dapat menginspirasi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial serta meningkatkan kepedulian terhadap kelompok rentan, khususnya para lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa komunitas otomotif tidak hanya identik dengan aktivitas berkendara, tetapi juga mampu berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat (KRS/002)