Buleleng (Atnews) - Pantai Kubu Jati pagi ini menjadi saksi bagaimana semangat sosok R.A. Kartini terus hidup dan bergerak dalam wujud nyata untuk melakukan aksi bersih-bersih pantai. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nyata perempuan dalam menjaga alam dan masa depan lingkungan.
Dengan mengenakan kebaya sebagai simbol identitas dan perjuangan perempuan Indonesia, para peserta menunjukkan bahwa peran perempuan hari ini tidak hanya di ruang domestik, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan yang telah diperjuangkan oleh Ibu Kartini mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga alam semesta.
Kegiatan yang digelar Tim Penggerak(TP) PKK Kabupaten Buleleng bersinergi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Buleleng, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Buleleng, Jumat, (17/4) dihadiri Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa serta seluruh perangkat OPD di lingkup Pemkab Buleleng, melaksanakan gerakan bersih pantai.
Saat ditemui di sela-sela kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhani Sutjidra menyampaikan, aksi bersih pantai menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Kabupaten Buleleng bebas sampah. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menekankan pentingnya konsistensi, bukan hanya gerakan sesaat.
Melalui edukasi langsung di lapangan, masyarakat diajak untuk mulai memilah sampah dari sumbernya, memisahkan sampah organik dan anorganik, serta mengolah sampah organik secara mandiri di rumah.
"Dengan langkah sederhana ini, hingga 65% permasalahan sampah rumah tangga sebenarnya dapat diselesaikan," tegasnya
Gerakan ini juga diperkuat melalui konsep PEDAS (Palemahan Kedas), yang mengajak seluruh masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri dimulai dari rumah.
"Ketika perempuan bergerak, keluarga bergerak. Ketika keluarga bergerak, masyarakat pun ikut berubah. Hari ini bukan hanya tentang mengenang Kartini. Ini tentang melanjutkan perjuangannya dengan aksi nyata, dari pantai, untuk bumi, dan untuk generasi mendatang," tutupnya. (WAN/002)