DPRD Badung Dorong Jaringan Utilitas Terpadu Bawah Tanah di Kawasan Wisata
Admin 2 - atnews
2026-01-31
Bagikan :
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara (ist/Atnews)
Badung (Atnews) –DPRD Kabupaten Badung mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung untuk segera menata utilitas publik, khususnya di kawasan destinasi wisata, melalui pembangunan Jaringan Utilitas Terpadu (JUT) dibawah tanah.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga estetika kawasan wisata sekaligus mendukung kenyamanan aktivitas masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara, saat kegiatan beach clean up di Pantai Legian, Desa Adat Legian, Kecamatan Kuta, Badung, Jumat, 30 Januari 2026.
Menurutnya, keberadaan tiang listrik dan kabel yang semrawut di kawasan wisata tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan persoalan sosial dan budaya. Kabel yang melintang rendah kerap menyulitkan masyarakat saat melaksanakan upacara adat, khususnya prosesi Pitra Yadnya seperti Ngaben maupun Nyekah.
Puspa Negara juga menegaskan, Jaringan Utilitas Terpadu menjadi solusi untuk mengurai tumpang tindih kabel optik, kabel seluler hingga jaringan PLN yang selama ini terpasang tidak teratur dan semakin bertambah seiring waktu.
"Jaringan utilitas diatas kepala kita, sebaiknya ada dibawah tanah. Tahun 2017 Pemkab Badung telah ada Jaringan Utilitas Terpadu bawah tanah dari Basangkasa hingga Seminyak, ini sudah ada jaringannya.
Hanya saja provider belum ada yang masuk ke dalam tanah. Kami mendorong pemerintah khususnya Badung ketika membangunan infrastruktur dari jalan protokol, jalan ring road dan jalan lingkungan agar semua utilitas masuk ke dalam tanah," kata Puspa Negara.
Puspa Negara juga menambahkan, di Kelurahan Legian sendiri sudah terdapat beberapa ruas jalan yang utilitasnya berada dibawah tanah, seperti Jalan Dewi Sri dan dilanjutkan ke Jalan Legian.
Penataan tersebut dinilai berhasil mempercantik kawasan dan meningkatkan kualitas lingkungan wisata.
Puspa Negara menekankan pentingnya komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam penataan utilitas secara menyeluruh dan berkelanjutan, seiring dengan pembangunan infrastruktur daerah yang semakin berkembang.
"Pemerintah Badung harus peduli akan hal ini, dimana jika telah fokus pada infrastruktur termasuk utilitas yang ada diatas kepala kita, kemudian tiang yang beranak pianak, bercucu bahkan bercicit, harus segera dibereskan.
Pembangunan infrastruktur Badung harus berkelas, world class infrastrucer. Di tahun 2026, kita meminta agar dilakukan beautifulfikasi termasuk pendestrian (trotoar) samigita, ini dalam tahap detail engineering," pungkasnya. (Z/002).