Denpasar (Atnews)– Rektor Dwijendra University menerima kunjungan AKBP Komang Reka Sanjaya selaku Kasubdit 2 Intel Polda Bali di ruang kerjanya Jumat, 30 Januari 2026. Sanjaya mengungkapkan rencana ke depan untuk melanjutkan kerjasama untuk menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan di Bali.
Dwijendra University yang memiliki Fakultas Pertanian dan Bisnis merupakan salah satu partner kerja Polda Bali dalam berbagai kegiatan yang telah beberapa kali dilakukan, seperti di beberapa desa di Kabupaten Gianyar.
Sementara itu, Rektor Dwijendra, Gede Sedana menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polda Bali yang gelah memiliki komitmen ringgi dalam me dukung program Presiden Republik Indonesia berkenaan dengan Asta Cita dan program pemerintah Provinsi Bali melalui visinya nangun sat kerthi loka Bali.
Bali dengan pertumbuhan ekonomi tinggi dan pembangunan pariwisata yang semakin pesat, memerlukan adanya kekuatan lokal, yaitu pembangunan pertanian.
Sektor pertanian masih memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan, terutama dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, dan komoditas lokal yang memiliki daya saing atau kompetitif yang tinggi.
Sedana yang juga Ketua DPD HKTI Bali menyebutkan bahwa peningkatan produktivitas dan kualitas produk-produk pertanian dapat diwujudkan melalui penguatan kapasitas petani dan kelembagaan pertanian serta sentuhan teknologi budidaya pertanian dan pasca panen yang mencakup pengolahan, pengemasan dan pemasaran.
Peluang pasar produk-produk pertanian lokal Bali sangat terbuka baik untuk memenuhi kebutuhan penduduk di Bali maupun di luar Bali dan bahkan pasar internasional.
Dukungan pihak Polri, khususnya Polda Bali dapat mempercepat tercapainya tujuan program Bali daulat pangan. Pihak perguruan tinggi, seperti Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dwijendra University juga memiliki tanggung jawab terhadap pembangunan pertanian melalui kegiatan tri darma perguruan tinggi, yang di antaranya mencakup penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Oleh karena itu, kolaborasi multi-pihak, seperti pemerintah, petani/kelompok petani/subak, pengusaha/industri pertanian (agroindustri), Perbankan, perguruan tinggi termasuk media harus dibangun secara terintegrasi dan saling bersinergi guna mendorong penguatan sektor pertanian yang sekalugus mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.
Para petani anggota subak merupakan garda terdepan di dalam menjaga alam Bali, khususnya lahan pertanian termasuk air, dan juga budaya pertanian yang menjadi salah satu pilar budaya Bali, imbuh Sedana. (Z/002)