Membangun Generasi Emas 2045: Fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan
Admin 2 - atnews
2026-01-18
Bagikan :
dr Bagus Ngurah Dharmasena, PA,S.Ked.(ist/Atnews)
Oleh. dr Bagus Ngurah Dharmasena, PA,S.Ked.
Hari Gizi dan Makanan tahun ini yang jatuh pada tgl 25 Januari menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang awalnya dirancang untuk anak sekolah, kini bergeser fokus pada intervensi 1000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting6 dan mewujudkan Generasi Emas 2045.
Mengapa 1000 Hari Pertama Kehidupan Penting? 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari kehamilan hingga usia 2 tahun, adalah periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa ini, otak, organ tubuh, dan sistem imun anak berkembang pesat, sehingga kekurangan gizi dapat berdampak permanen.
Pencegahan Stunting
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan: 1. Penuhi Asupan Gizi Ibu Hamil: Pastikan ibu hamil mendapatkan nutrisi seimbang, termasuk protein, zat besi, dan vitamin. 2. ASI Eksklusif: Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. 3. MPASI Sehat: Lanjutkan dengan MPASI bergizi seimbang setelah usia 6 bulan. Imunisasi Lengkap: Pastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. 4. Pantau Tumbuh Kembang: Monitor pertumbuhan anak secara rutin.
Program MBG: Langkah Strategis
Program MBG adalah langkah strategis untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan mencegah stunting. Program ini menyasar anak sekolah, ibu hamil, dan balita, dengan fokus pada penyediaan makanan bergizi dan edukasi gizi
Masa Depan Bangsa
Dengan fokus pada 1000 hari pertama kehidupan dan program MBG, kita dapat mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan produktif. Mari kita dukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi untuk masa depan bangsa yang lebih cerah.
*) dr Bagus Ngurah Dharmasena, PA,S.Ked. (Sekretaris GNPP Prov Bali. Juga Koord. Pengabdian Masyarakat MPB)