Harga Tiket Pesawat Mahal Akibatkan Turun Jumlah Penumpang di Bandara Ngurah Rai
Banner Bawah

Harga Tiket Pesawat Mahal Akibatkan Turun Jumlah Penumpang di Bandara Ngurah Rai

Atmadja - atnews

2019-06-14
Bagikan :
Dokumentasi dari - Harga Tiket Pesawat Mahal Akibatkan Turun Jumlah Penumpang di Bandara Ngurah Rai
Slider 1
Mangupura, 14/6 (Atnews) – Pengusaha penerbangan domestik tampaknya ingin memperoleh keuntungan lebih banyak pada musim lebaran 2019 dengan menaikkan harga tiket dari sejumlah kota di Nusantara ke Bali dan sebaliknya.
Harga tiket penerbangan Jakarta-Denpasar misalnya pada hari biasa standar Rp600.000 bahkan lebih murah, saat musim Lebaran naik diatas Rp1.500.000, terlalu mahal ukuran kami, kata Sanusi saat ditemui di Denpasar Jumat, (14/6).
Ia seorang pengusaha menengah ingin mengajak keluarganya berlibur ke Bali, karena tiket naik terpaksa naik kendaraan sendiri bersama keluarga beranggotakan lima orang, jadi lebih menghemat ongkos, dan dapat keliling mendatangi objek wisata di pulau Dewata.
Keluhan serupa juga banyak dilontarkan turis domestik yang berlibur ke Bali, dan kondisi ini mengakibatkan penurunan jumlah penumpang maupun pergerakan pesawat yang ada di Bandara Ngurah Rai selama musim Lebaran 2019.
Dari data terkait statistik lalu lintas udara yang dihimpun selama pelaksanaan posko, tercatat 1.098.886 penumpang dan 7.101 pergerakan pesawat udara yang keluar masuk Pulau Dewata. 
Jika dilakukan komparasi dengan statistik dalam periode perhitungan yang sama di tahun 2018, terjadi penurunan jumlah penumpang dan jumlah pergerakan pesawat udara, masing-masing sebesar 70.702 penumpang dan 136 pergerakan pesawat udara, atau turun 6 persen dan 2 persen.
Ditemui setelah apel penutupan Posko Angkutan Terpadu Lebaran 2019, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, memaparkan beberapa faktor penyebab turunnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat dibanding tahun sebelumnya. 
Benar bahwa terjadi penurunan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat udara yang terlayani jika dibanding dengan periode penghitungan yang sama di tahun lalu, kata Haruman sambil menyebutkan beberapa faktor menjadi penyebab, di antaranya adalah harga tiket pesawat yang dirasakan masih cukup tinggi,.
Disamping itu adanya opsi moda transportasi lain yang digunakan oleh masyarakat dari dan menuju Bali pada saat masa libur Lebaran 2019, serta adanya kecenderungan pemakaian kendaraan pribadi oleh para pelancong yang menghabiskan waktu cukup lama di Bali, papar Haruman. (rn/02)


Baca Artikel Menarik Lainnya : Internet Gratis Perkuat Ekonomi Desa Adat di Bali

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

81 Tahun Pancasila, Semarak di Seremoni, Tercampakkan dalam Realitas

81 Tahun Pancasila, Semarak di Seremoni, Tercampakkan dalam Realitas

ADWITI Resmi Diluncurkan, AWK Dorong Standarisasi Wisata Spiritual dan Proteksi UMKM Lokal

ADWITI Resmi Diluncurkan, AWK Dorong Standarisasi Wisata Spiritual dan Proteksi UMKM Lokal

Puncak Yadnya Kasada 2026, Panglima Komando Armada II Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Sesepuh Tengger

Puncak Yadnya Kasada 2026, Panglima Komando Armada II Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Sesepuh Tengger