Clekontong Mas dan Nanoe Biroe Riahkan Acara Penutupan Pameran Situs dan Ritus
Banner Bawah

Clekontong Mas dan Nanoe Biroe Riahkan Acara Penutupan Pameran Situs dan Ritus

Artaya - atnews

2019-05-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - Clekontong Mas dan Nanoe Biroe Riahkan Acara Penutupan Pameran Situs dan Ritus
Clekontong Mas dan Nanoe Biroe Riahkan Acara Penutupan Pameran Situs dan Ritus
DENPASAR, 8/5 (Atnews) - Pameran bertajuk “Situs dan Ritus Tatanan Peradaban Bali” yang digagas Yayasan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) di Denpasar Art Space (DAS), Jl. Surapati No. 7, Denpasar akan ditutup Kamis (9/5). 
Acara penutupan pukul 18.00 WITA ini akan dimeriahkan dengan penampilan dari grup lawak Clekontong Mas (Sengap, Deday Tompel, Sokir) dan penyanyi Nanoe Biroe. ujar Ketua Yayasan BPJ, I Made Bakti Wiyasa, Rabu (8/5).
Pameran “Situs dan Ritus Tatanan Peradaban Bali” berlangsung sejak tanggal 25 April 2019. menampilkan lebih dari 130 karya fotografi serta belasan karya lukisan dan drawing serta video yang semuanya bertemakan tentang situs dan ritus di Bali. 
Melalui pameran ini BPJ ingin menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian situs dan ritus kuno warisan leluhur Bali. Dalam pameran ini, panitia juga membuka kelas budaya yang diikuti para siswa dan mahasiswa.
Ia menambahkan, selama pameran ini berlangsung, pengunjung tiada pernah sepi. Setiap hari, baik hari kerja maupun hari libur, ruang pameran selalu ramai oleh pengunjung  dari berbagai latar belakang, seperti kalangan pelajar, mahasiswa, penglingsir puri, pengempon pura, pejabat, tokoh masyarakat, hingga wisatawan.
“Yang sungguh membanggakan, pengunjung pameran terbanyak datang kalangan pelajar, baik siswa SD, SMP mapun SMA. Mereka datang secara bergrup dengan didampingi guru sekolahnya. Kami ucapkan terima kasih kepada sekolah-sekolah yang telah meluangkan waktunya mengunjungi pameran ini,” ucap Bakti Wiyasa.
Sementara itu, Pembina Yayasan BPJ, Komang Gde Subudi, menyampaikan keberadaan situs-situs kuno di Bali beserta ritusnya perlu dilestarikan oleh masyarakat Bali. Sebab, situs dan ritus tersebut merupakan sumber dari taksu atau spirit tanah Bali yang membedakannya dengan daerah lainnya di dunia. “Dengan kita melestarikan situs dan ritus warisan leluhur Bali berarti pula kita menjaga taksu Bali,” tegasnya. (*/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Satpol PP Bali Cek Areal Banjir Gunung Agung

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

DPRD Badung Ucapakan Hari Raya Waisak

DPRD Badung Ucapakan Hari Raya Waisak

81 Tahun Pancasila, Semarak di Seremoni, Tercampakkan dalam Realitas

81 Tahun Pancasila, Semarak di Seremoni, Tercampakkan dalam Realitas

ADWITI Resmi Diluncurkan, AWK Dorong Standarisasi Wisata Spiritual dan Proteksi UMKM Lokal

ADWITI Resmi Diluncurkan, AWK Dorong Standarisasi Wisata Spiritual dan Proteksi UMKM Lokal

Puncak Yadnya Kasada 2026, Panglima Komando Armada II Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Sesepuh Tengger

Puncak Yadnya Kasada 2026, Panglima Komando Armada II Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Sesepuh Tengger